Monster Wood. Chapter 1, Tempat Yang Indah
Setelah suasana semakin gelap karna di rumah ini tidak ada listrik kami hanya menggunakan lilin, aku tidak tau jiga tempat yang indah ini akan terasa mencekam jika malam hari, hanya ada keheningan suara angin berhembus dan pohon-pohon di hutan sebrang sana yang begoyang tertiup angin seolah melambai memanggil-manggil agar aku datang masuk kedalam hutan yang gelap itu. "Dorrr" ibuku mengkagetkanku yang sedang melamun di depan jendela, "ini sudah waktunya makan malam" aku yang masih kaget dan seakan jantungku ingin terbang hanya menganguk mengiyakan ucapan ibuku, kami pun makan malam, makan malam ini terasa begitu hening karena pencahayaan kami di meja makan hanya lah sebatang lilin, aku berusaha mencairkan suasana dengan mengobrol ringan, setelah makan malam aku yang merasa kelelahan ingin secepatnya tidur, aku bertanya kepada ibuku di mana kamarku, "kamarmu di lantai atas, tapi karna lantai atas belum di bersihkan kamar itu belum bisa di pakai, jadi malam ini kita akan tidur di kamar bawah" ucap ibuku, aku mengiyakannya. Malam semakin larut dan suasana semakin hening, bahakan saking hening nya aku bisa mendengar suara rumput yang tertiup angin, aku yang sudah sangat kecapean pun tertidur di kamar, namun entah kenapa aku yang sudah kelelahan terbangun tengah malam, "srruukk!!" Badan ku terpaku rasanya aku tidak bisa bergerak karna mendengar suara itu dari luar rumah, suaranya seperti benda besar yang di geser, aku menoleh ke arah ibuku yang sedang tertidur lelap, tadinya aku ingin membangunkannya tapi aku berusaha kembali tenang dan kembali tidur, saat aku sudah hampir tertidur suara itu kembali terdengar, "srrukkk!!" Tapi karna aku yang sudah mengantuk, aku menepis semua pikiranku dan menganggap suara itu adalah suara dari atap rumah yang jatuh karna rumah ini yang sudah tua, dalam hatiku aku merasakan ketakutan karan tidak mungkin suara sekeras itu berasal dari atap rumah yang jatuh, aku kembali teringat perkataan ibuku tadi siang tentang makhluk aneh, tubuhku semakin merasakan ketakutan rasanya badanku berkeringat ujung jari kaki ku terasa sejuk, tapi aku berusaha menepis pikiran itu sembari bergumam dalam hati "kapan malam ini akan berlalu" tanpa kusadari akupun kembali tertidur lelap. "Sruukk!" "Grrrr!!" Suara itu kembali terdengar namun sekarang dengan suara geraman, tapi aku yang sudah tertidur tidak menyadarinya.
Komentar
Posting Komentar