Monster Wood. Chapter 1, Tempat Yang Indah

 "Huufffttt", aku terjatuh di sofa karna terlalu lelah setelah membantu ibuku memindahkan barang bawaan kerumah kami yang baru, ibuku bercerai sekitar dua bulan lalu sehingga akupun lebih memilih untuk ikut bersama ibuku, kami pindah ke kampung halaman ibuku, saat pertama kali aku melihat tempat ini aku sedikit tidak percaya dengan pemandangannya, rumah kami tepat berada di padang rumput yang sangat luas, rasanya aku seperti sangat ingin berlari menyusuri padang rumput ini, udara di sini sangat sejuk sangat berbeda seperti saat kami tinggal di kota.
"Brukkk!!" Aku yang sedang berbaring merebahkan badanku yang rasanya sangat lelah di kejutkan oleh suara itu, sontak aku terbangun dan melihat dari mana asal suara itu, ternyata itu adalah suara dari ibuku yang tidak sengaja menjatuhkan kotak, "ibu apakah kita tidak istirahat dulu sebentar, aku lelah dengan perjalan dari kota ke sini" ujarku, ibuku hanya tersenyum, senyumannya begitu lembut aku seolah bisa merasakan ketenangan dalam senyuman ibuku, rumah yang akan kami tinggali adalah rumah dari nenek ku, rumah ini kelihatan tua tapi arsitektur bentuk rumah ini seperti dirancang dengan bentuk yang cukup menarik seperti rumah-rumah kayu pada dunia fantasi.
Ibuku datang menghampiri aku yang sedang duduk di sofa tua yang ada di rumah ini, ia duduk di sampingku sembari membuka buku yang ia bawa, ibuku memang suka membaca buku tapi kebiasaan ibuku itu sama sekali tidak menurun kepadaku, aku bertanya kedapa ibuku "bu kenapa di sini, di tanah lapang yang luas ini hanya ada rumah kita" ucapku, ibuku yang sedang membaca buku lalu menutup bukunya, "tempat ini sudah di wariskan dari dulu nak" jawabnya, "diwariskan?" Tanyaku, "tempat ini dulunya adalah hutan yang sangat lebat, yang di dalam hutan ini tinggal begitu banyak makhluk aneh" mendengar perkataan ibuku aku tidak percaya dan meragukan perkataannya, tapi ibuku juga hanya tertawa yang melihat aku kebingungan dengan perkataannya itu, tapi ibuku memecahkan susana dengan ia menggelitik tubuhku, aku tertawa terbahak bahak karna ia menggelitikku kami bercanda di rumah tua itu, kami bermain kejar-kejaran hingga tidak terasa hari mulai gelap.

Setelah suasana semakin gelap karna di rumah ini tidak ada listrik kami hanya menggunakan lilin, aku tidak tau jiga tempat yang indah ini akan terasa mencekam jika malam hari, hanya ada keheningan suara angin berhembus dan pohon-pohon di hutan sebrang sana yang begoyang tertiup angin seolah melambai memanggil-manggil agar aku datang masuk kedalam hutan yang gelap itu. "Dorrr" ibuku mengkagetkanku yang sedang melamun di depan jendela, "ini sudah waktunya makan malam" aku yang masih kaget dan seakan jantungku ingin terbang hanya menganguk mengiyakan ucapan ibuku, kami pun makan malam, makan malam ini terasa begitu hening karena pencahayaan kami di meja makan hanya lah sebatang lilin, aku berusaha mencairkan suasana dengan mengobrol ringan, setelah makan malam aku yang merasa kelelahan ingin secepatnya tidur, aku bertanya kepada ibuku di mana kamarku, "kamarmu di lantai atas, tapi karna lantai atas belum di bersihkan kamar itu belum bisa di pakai, jadi malam ini kita akan tidur di kamar bawah" ucap ibuku, aku mengiyakannya. Malam semakin larut dan suasana semakin hening, bahakan saking hening nya aku bisa mendengar suara rumput yang tertiup angin, aku yang sudah sangat kecapean pun tertidur di kamar, namun entah kenapa aku yang sudah kelelahan terbangun tengah malam, "srruukk!!" Badan ku terpaku rasanya aku tidak bisa bergerak karna mendengar suara itu dari luar rumah, suaranya seperti benda besar yang di geser, aku menoleh ke arah ibuku yang sedang tertidur lelap, tadinya aku ingin membangunkannya tapi aku berusaha kembali tenang dan kembali tidur, saat aku sudah hampir tertidur suara itu kembali terdengar, "srrukkk!!" Tapi karna aku yang sudah mengantuk, aku menepis semua pikiranku dan menganggap suara itu adalah suara dari atap rumah yang jatuh karna rumah ini yang sudah tua, dalam hatiku aku merasakan ketakutan karan tidak mungkin suara sekeras itu berasal dari atap rumah yang jatuh, aku kembali teringat perkataan ibuku tadi siang tentang makhluk aneh, tubuhku semakin merasakan ketakutan rasanya badanku berkeringat ujung jari kaki ku terasa sejuk, tapi aku berusaha menepis pikiran itu sembari bergumam dalam hati "kapan malam ini akan berlalu" tanpa kusadari akupun kembali tertidur lelap. "Sruukk!" "Grrrr!!" Suara itu kembali terdengar namun sekarang dengan suara geraman, tapi aku yang sudah tertidur tidak menyadarinya.




Komentar